Sore ini, cakrawala lebih banyak memancarkan kebahagiaan. Lewat jingga yang ia bagikan kepada mata siapapun yang memujanya, aku hanyut dalam lamunan tentangmu yang telah usai tertelan kala.
Dulu, kau pernah bilang, kau sangat menyukai keadaan langit di mana matahari sedang terbenam. Tak satu pun warna yang kau lewatkan dalam kamera ponselmu saat kepadaku kau memamerkan. Ah, begitu senangnya dirimu saat senja datang memukau mata, namun aku tetap pada pendirian ini merasa segalanya tidak harus seberlebihan itu. Aku melewatkan apa yang membuatmu bahagia, tenggelam dalam kesibukan yang melukai hatimu diam-diam.
Kamis, 28 Desember 2017
Selasa, 21 November 2017
Tak sampai
Dalam untaian kata, kau tak sanggup lagi ku pertahankan. Bicaraku tidak mampu lagi membuatmu luluh. Kau mengabai segala usahaku untuk tetap mempertahankan kita. Apa yang terjadi pada dirimu saat ini, mungkin karena sebuah ketidaksempurnaanku dalam menjagamu. Kau melelahkan dirimu tuk bersanding denganku. Kau benar-benar membiarkan kita saling memendam benci dalam kepergian.
Dan ternyata, sebuah kabar yang tak pernah ku duga, kau menumbuhkan rasa untuknya. Seseorang yang tak pernah ku sangka akan membuatmu jatuh cinta melebihi dekat yang terjadi pada kita. Mengapa tidak padaku hatimu meluluh? Setelah sekian banyak jatuh yang membuatku berdiri kembali tuk mendapatkanmu, nyatanya aku tak pernah membuatmu nyaman seperti apa yang selama ini kita pertahankan dalam keseharian. Melakukan segala apapun yang ku pikir kau miliki rasa yang sama untukku. Ternyata, hanya aku seorang yang benar-benar jatuh cinta...
Dan ternyata, sebuah kabar yang tak pernah ku duga, kau menumbuhkan rasa untuknya. Seseorang yang tak pernah ku sangka akan membuatmu jatuh cinta melebihi dekat yang terjadi pada kita. Mengapa tidak padaku hatimu meluluh? Setelah sekian banyak jatuh yang membuatku berdiri kembali tuk mendapatkanmu, nyatanya aku tak pernah membuatmu nyaman seperti apa yang selama ini kita pertahankan dalam keseharian. Melakukan segala apapun yang ku pikir kau miliki rasa yang sama untukku. Ternyata, hanya aku seorang yang benar-benar jatuh cinta...
Kamis, 02 November 2017
Detik
Waktu akan terus berputar. Mengikuti waktunya adalah keharusan, bukan sebuah pilihan. Hidup ini terlalu sia-sia jika hanya terkurung dalam satu kesedihan. Tentangnya, kau begitu mendamba setengah jiwa. Mematikan kakimu melumpuh di pertengahan jalan. Hanya karena menunggu kepergian dirinya untuk berbalik arah. Kau bodoh, sayang; dia takkan menyesal dengan keputusannya.
Kau lihat jam di dinding itu, detiknya terus memutar ke arah kanan. Angka yang dilewatinya semakin menambahkan usiamu. Namun, tersadarpun tidak meski tua sedang berusaha menghantuimu. Kita bisa lihat itu dalam perihal cinta, sekali lagi; betapa dirimu mati tak berlogika. Jasadmu hangat namun tak berotak. Kau buang ke mana kado Tuhan itu? Karena dirinya, kau rela tersesat dalam lorong yang sudah jelas kau ketahui gelapnya. Berusaha mematikan detik dalam jam hanya karena terlanjur nikmat rasakan lukanya. Kepergiannya menjadikan dirimu candu untuk terus berdiam diri menunggunya. Baginya, kau terlalu berlebihan. Bagimu, kau sudah dalam kegilaan. Berapa lama lagi kau tertinggal oleh detik jam itu? Oh Tuhan, hambamu yang ini benar-benar gila dalam kesedihan.
Kau lihat jam di dinding itu, detiknya terus memutar ke arah kanan. Angka yang dilewatinya semakin menambahkan usiamu. Namun, tersadarpun tidak meski tua sedang berusaha menghantuimu. Kita bisa lihat itu dalam perihal cinta, sekali lagi; betapa dirimu mati tak berlogika. Jasadmu hangat namun tak berotak. Kau buang ke mana kado Tuhan itu? Karena dirinya, kau rela tersesat dalam lorong yang sudah jelas kau ketahui gelapnya. Berusaha mematikan detik dalam jam hanya karena terlanjur nikmat rasakan lukanya. Kepergiannya menjadikan dirimu candu untuk terus berdiam diri menunggunya. Baginya, kau terlalu berlebihan. Bagimu, kau sudah dalam kegilaan. Berapa lama lagi kau tertinggal oleh detik jam itu? Oh Tuhan, hambamu yang ini benar-benar gila dalam kesedihan.
Sabtu, 28 Oktober 2017
Mau tidak mau, aku akan melewati masa-masa itu
Aku teringat…
Ketika kita berdiskusi. Membicarakan pelik hidup. Bertukar pikiran seputar masalah yang sedang hangat terjadi. Membicarakan hal-hal kecil yang bahkan sepertinya tidak terlalu penting. Terkadang, kau banyak bertanya tentang apa yang tidak kau ketahui. Dan aku menjawab seperti segalanya sudah tertanam di otak kiri. Padahal, kau mungkin tidak tahu betapa repotnya aku mencari-cari jawaban hanya karena ingin dianggap mumpuni. Tapi, aku suka cara polosmu mempertanyakan banyak hal, dalam arti lain; aku suka kau butuhkan.
Ketika kita berdiskusi. Membicarakan pelik hidup. Bertukar pikiran seputar masalah yang sedang hangat terjadi. Membicarakan hal-hal kecil yang bahkan sepertinya tidak terlalu penting. Terkadang, kau banyak bertanya tentang apa yang tidak kau ketahui. Dan aku menjawab seperti segalanya sudah tertanam di otak kiri. Padahal, kau mungkin tidak tahu betapa repotnya aku mencari-cari jawaban hanya karena ingin dianggap mumpuni. Tapi, aku suka cara polosmu mempertanyakan banyak hal, dalam arti lain; aku suka kau butuhkan.
Jumat, 27 Oktober 2017
Saya rela; asal bukan pertengkaran
Bisakah kita
berbincang sejenak? Bukan dalam permasalahan yang sedang terjadi; tentang
hatimu yang tidak bisa saya miliki, atau perihal rencanamu untuk berhasil
membuat kita saling berjauhan. Melainkan, renungan tentang apa yang kita jalani
selama ini. Tentang persahabatan yang menjatuhkan saya dalam rasa nyaman yang
tidak kamu inginkan. Lagi-lagi, saya bosan membahas saya yang jatuh cinta
sendirian. Kamu pasti mengerti maksud saya apa.
Kita tidak saling melepas
Saya percaya, tidak ada satu pun rasa yang bisa melawan
hati. Entah untuk munafikannya, hati tetaplah hati. Bahkan ketika ia berkata
“tidak”, ada sebuah rahasia di balik kebohongannya. Ada perihal yang mesti
didahulukan ketimbang perasaan.
Saya juga percaya kalau kamu pasti tahu perasaan saya yang sebenarnya. Berpeluh-peluh memperjuangkan kejujuran hati ini agar kamu terus mengetahui, akhirnya tidak ada yang lebih baik untuk saya kecuali berbohong demi kebaikan. Termasuk membohongi hati ketika kita harus berjauhan.
Senin, 23 Oktober 2017
-
Hidup adalah
timbal balik. Kalau kamu berbuat baik, kamu akan mendapat kebaikan. Kalau kamu
berbuat jahat, kejahatan akan berbalik meski dari orang yang berbeda. Kamu
hanya perlu menjalani hidup selayak, sewajar yang kamu anggap baik di matamu,
meski belum tentu baik di mata mereka. Setidaknya, kamu berusaha mengeluarkan
apa yang terbaik yang ada di dirimu. Tidak peduli mereka berkata pencitraan.
Kamu tidak pantas meladeni sampah lisan yang tak berkelas. Sakit hatimu tidak
harus dibalas jika kamu merasa ikhlas.
Minggu, 15 Oktober 2017
Sampai kapan?
Barangkali, kita sering tidak menghargai pertemuan. Mengabaikan beberapa keharusan yang tidak kita inginkan. Seperti halnya, kau tak pernah menganggap hadirnya seseorang. Pikiranmu tidak luput dari masa lalu. Hatimu tertutup rapat dengan kunci yang kau hilangkan. Kakimu terasa sulit melangkah pada arah yang baru. Kau hanyut dalam lukamu sendiri. Kau diperalat olehnya. Tubuhmu membengkak di kala seseorang mendekapmu erat. Garis besarnya, kau tak menerima kehadiran orang baru yang didatangkan oleh-Nya.
Kau lebih suka berdiam dalam kegelapan yang kau ciptakan sendiri. Berharap pada puing-puing masa lalu yang telah hilang diterpa sang waktu. Kau bermimpi, dan lebih ingin hidup dalam mimpimu itu. Sampai kapan? Sampai ada yang meyakinkanmu bahwa dirinya hanya benalu di hidupmu? Sampai seseorang memaksamu membenci sosoknya sepenuh pikiranmu? Atau bahkan, sampai sesuatu menampar keras hatimu dengan luka, kesakitan, harapan yang kau tanam, melalui dirinya yang sengaja melakukan itu tuk membuatmu putus asa?
Bagusnya, kau tersadarkan.
Buruknya, kau masih ingin mencintainya meski tanpa balasan.
Kau lebih suka berdiam dalam kegelapan yang kau ciptakan sendiri. Berharap pada puing-puing masa lalu yang telah hilang diterpa sang waktu. Kau bermimpi, dan lebih ingin hidup dalam mimpimu itu. Sampai kapan? Sampai ada yang meyakinkanmu bahwa dirinya hanya benalu di hidupmu? Sampai seseorang memaksamu membenci sosoknya sepenuh pikiranmu? Atau bahkan, sampai sesuatu menampar keras hatimu dengan luka, kesakitan, harapan yang kau tanam, melalui dirinya yang sengaja melakukan itu tuk membuatmu putus asa?
Bagusnya, kau tersadarkan.
Buruknya, kau masih ingin mencintainya meski tanpa balasan.
Selasa, 10 Oktober 2017
Lebih baik begini
Lebih baik begini. Kau dan aku tidak lagi saling mendekat. Kita sedikit lebih berjarak. Barangkali, ada renungan yang bisa kita pikirkan, ada pikiran yang membuat kita tersadarkan. Di antara aku dan dirimu, ada tembok yang membatasi, ada kenyataan yang sulit kau terima, ada pertanyaanmu yang belum mampu ku jawab.
Iya, aku mengerti perih yang ada di hatimu. Harap-harap yang kau bangun jauh-jauh hari. Mengenai kita yang kau anggap dekat, padahal belum tentu anggapanmu ku setujui. Kau hanya sedang jatuh hati, dan baikku selalu kau anggap lebih. Itu mungkin yang membuatmu merasa kita sedang dekat. Itu mungkin yang membuatmu berpikir aku memberi harapan.
Aku minta maaf jika kita harus berjauhan. Mungkin kau benar, kita tidak bisa untuk berteman. Karena kau selalu jatuh hati denganku, dan aku tetap tak bisa memberi hatiku kepadamu.
Lebih baik begini, jarak yang ikut menjawab pertanyaanmu yang kemarin, agar tidak ada yang saling menyakiti. Dan aku rasa kau juga harus benar-benar rela jika nanti aku pergi.
Iya, aku mengerti perih yang ada di hatimu. Harap-harap yang kau bangun jauh-jauh hari. Mengenai kita yang kau anggap dekat, padahal belum tentu anggapanmu ku setujui. Kau hanya sedang jatuh hati, dan baikku selalu kau anggap lebih. Itu mungkin yang membuatmu merasa kita sedang dekat. Itu mungkin yang membuatmu berpikir aku memberi harapan.
Aku minta maaf jika kita harus berjauhan. Mungkin kau benar, kita tidak bisa untuk berteman. Karena kau selalu jatuh hati denganku, dan aku tetap tak bisa memberi hatiku kepadamu.
Lebih baik begini, jarak yang ikut menjawab pertanyaanmu yang kemarin, agar tidak ada yang saling menyakiti. Dan aku rasa kau juga harus benar-benar rela jika nanti aku pergi.
Jumat, 06 Oktober 2017
Oktober, hujan
Setiap pagi, aku selalu merindukan sapaan hangat darimu. Melebihi hangatnya matahari yang tak pernah absen menyinari.
Kau mungkin matahariku yang sedang berhenti melakukan tugasnya, yang sedang berjauhan dengan buminya. Aku, buminya.Kamis, 05 Oktober 2017
Ketika hujan turun
Mungkin, musim yang baru harus membawaku pada perasaan yang baru. Sebuah perubahan yang mengajarkanku untuk lebih tegar, untuk lebih mendengar, memilah mana yang benar dan meninggalkan semua yang samar. Termasuk dirimu.
Mungkin, kau juga akan seperti perubahan musim itu. "Pelan-pelan, kamu pasti bisa...", ku bayangkan bisik itu dari batinmu, yang sulit kau sampaikan kepadaku. Terngiang di setiap diamku saat rinai hujan turun. Rintiknya mengingatkan aku untuk kembali mengenang kita. Sesuatu yang menjadi sebab bukan hanya awan yang bisa membasahi buminya, melainkan mata pun mampu meneteskan airnya ke tanah, saat kau memilih berubah dan memastikan segalanya harus kembali pada hal yang benar. Kau mengajarkan aku untuk menerima perubahannya.
Mungkin, kau juga akan seperti perubahan musim itu. "Pelan-pelan, kamu pasti bisa...", ku bayangkan bisik itu dari batinmu, yang sulit kau sampaikan kepadaku. Terngiang di setiap diamku saat rinai hujan turun. Rintiknya mengingatkan aku untuk kembali mengenang kita. Sesuatu yang menjadi sebab bukan hanya awan yang bisa membasahi buminya, melainkan mata pun mampu meneteskan airnya ke tanah, saat kau memilih berubah dan memastikan segalanya harus kembali pada hal yang benar. Kau mengajarkan aku untuk menerima perubahannya.
Rabu, 04 Oktober 2017
Semudah itu?
Bukankah tetap bertahan adalah alasan kebanyakan mereka yang masih ingin terus mencintai? Bukankah cinta tidak selalu membicarakan indahnya saja hanya karena ingin dilanjuti? Bukankah setiap perbedaan seharusnya menjadi pelengkap yang tak kau miliki? Lalu, alasanmu untuk sudahi ini semua, hanya karena dirinya yang tak mencoba untuk mengerti? Hanya karena dirinya tak satu pemikiran lagi dengan jalan yang kau jalani? Hanya karena tak lagi sama tentang prinsip-prinsip yang awalnya kau banggakan serasi? Lalu, dengan semua perbedaan-perbedaan yang kau anggap akan saling melengkapi, resiko-resiko mencintai berarti menerima yang mungkin akan tak kau sukai, harus kandas hanya karena kau dan dia lelah untuk saling mendaki? Lelah untuk saling mengingat sejauh mana rintangan yang telah kau lewati? Lelah karena tak ada lagi yang mau mengalah untuk tak egois? Semudah itu, kau akhiri segalanya dengan kata jenuh? Dengan alasan tak lagi bisa dipertahankan? Dengan masalah-masalah yang kau dan dia sengaja menumpuk lalu tak kunjung diselesaikan? Dengan apapun yang kau anggap tak ada lagi keserasian? Semudah itu, kau gugurkan dirimu di hatinya setelah sekian lama berjalan, mempertahankan, menyamakan, apa yang selama ini kau bangga-banggakan dengan penuh pengorbanan?
Senin, 18 September 2017
Lebih baik kita berteman
Kau membiasakan aku untuk jauh darimu. Kau perlahan-lahan mengajarkan aku untuk caranya melepas tanpa langsung menyakiti. Aku hargai usahamu untuk membantuku tak lanjutkan kesalahan ini. Meski awalnya membuat aku sesak dan ingin menangisi. Namun, apa yang kau lakukan adalah benar. Aku harus bangun dari mimpi ini. Aku harus sadar kalau kau tak mungkin kumiliki. Aku harus berhenti dari usaha-usaha yang seharusnya tak kulakukan lagi.
Sabtu, 16 September 2017
Entahlah...
Entah, aku tidak pernah berencana sedalam ini mencintaimu. Menghalalkan segala cara untuk tetap dekat denganmu, mencari alasan untuk terus berbicara denganmu. Bahkan, ketika pukulan itu selalu datang menyerangku, pernyataan kalau kau tak pernah menyimpan aku di hatimu, aku memilih menetap dan berdiam diri seolah merasa keadaannya masih baik-baik saja. Seolah aku tidak sesakit yang semestinya terlihat. Padahal, hatiku melebihi hancur daripada sekedar debu yang tak kasat mata. Dada ini penuh sesak saat kau berkata 'tidak' di setiap pertanyaanku kepadamu.
Jumat, 15 September 2017
Sejak saat itu
Sejak saat itu, aku tidak bisa lagi terlalu dekat denganmu. Aku tidak bisa lagi bersikap biasa-biasa saja seperti sebelumnya. Aku menjadi begitu sensitif dan memperlakukanmu layaknya seseorang yang istimewa. Kau tidak bisa lagi merasakan rasa pertemanan yang biasa kita lakukan. Kau mungkin kecewa dengan diriku yang terkadang terlalu mudah terbawa suasana. Aku tidak bisa lagi kau ajak bercanda, tidak mampu lagi membuat bahan ejekan untuk bisa kita tertawakan. Aku seperti bukan diriku saat rasa itu muncul dan ada. Rasa itu menghancurkan keadaan yang sebelumnya aman-aman saja. Rasa itu membuat aku tidak bisa lagi menjadi diriku yang biasa. Rasa itu membuat aku bisa merasakan cemburu yang tidak seharusnya ada.
Kamis, 24 Agustus 2017
Berhentilah bermimpi
Apa yang sudah kamu lakukan akan menjadi sia-sia. Kamu seolah patah hati dengan kepergiannya dan memamerkan patah hatimu pada dunia. Kasarnya, kamu membuat dirinya ada pada posisi yang membuatmu terluka. Padahal, kamu lah yang mengada-ngada dan menciptakan luka itu sendiri. Kalau memang patah hatimu disebabkan oleh kesalahan dirinya, bersedihlah sesuka ria, dan ceritakan sepuasnya untuk reda-kan luka. Tapi kalau patah hatimu disebabkan karena kamu yang terlalu berharap pada dirinya, dengan keadaan yang tak mungkin untuk mewujudkan harapanmu itu, seharusnya kamu malu dan bersujud meminta maaf di hadapannya.
Selasa, 22 Agustus 2017
Aku akan berusaha memaklumi
Hari demi hari aku lewati dengan perasaan yang masih tertinggal. Perasaan yang masih belum ku ungkapkan sepenuhnya untukmu. Perasaan yang membuat aku benci dan menilaimu orang yang salah tanpa mengaca terlebih dahulu. Mungkin rasa ini lah yang mengajarkan aku untuk perlahan menghapus benci yang tak adil datangnya. Kau tak seharusnya layak ku benci. Bahkan ketika kau izinkan aku tuk membenci, kau pun tak peduli dengan caraku. Kau akan tetap berlalu, dan tak hiraukan perasaanku.
Jumat, 11 Agustus 2017
Jika memang...
Tentang apa-apa yang sudah aku lakukan untukmu, biarlah itu menjadi bukti bahwa ada seseorang yang pernah dengan kerasnya memaksa diri untuk mendapatkanmu. Aku sadar, apa yang aku lakukan itu adalah sebuah kekonyolan yang mungkin hanya membuatmu tertawa. Yang mungkin hanya sebagian hal kecil dari sesuatu yang mestinya tak kau pikirkan. Iya, aku tau, kau tidak begitu memikirkannya, apalagi mempedulikannya.
Senin, 07 Agustus 2017
Aku siapa?
Aku tau aku tak punya hak atas dirimu. Sekalipun hal yang aku perbuat adalah baik untukmu, kau itu memang bukan siapa-siapa yang harus aku perlakukan layaknya seperti mengikat satu sama lain. Layaknya seperti suatu hubungan yang memang diwajibkan untuk saling menjaga. Aku tau semua itu hanya membuang banyak keringat dari sebagian usahaku untuk membuatmu baik-baik saja. Nyatanya kau tak pernah peduli dengan hal-hal kecil yang selalu aku selipkan di setiap perhatianku kepadamu. Kau tak pernah mau tau tentang bagaimana aku mengkhawatirkanmu.
si Dia
Kalau kau jatuh cinta, biarkan waktu yang mengerjakannya. Jangan
terlalu terburu-buru dan mengejarnya. Ada saatnya kamu harus diam dan
memberi ruang nafas untuk si dia yang menjadi alasan kamu untuk menaruh
hati. Sebagaimana yang dikatakan banyak orang, nikmat jatuh cinta adalah
ketika kau harus banyak menguras tenaga untuk mendapatkannya. Ketika
kau merasakan proses untuk mendekati hatinya. Dan jangan biarkan hal itu
cepat berlalu, nanti kau akan rindu kenangannya.
Minggu, 06 Agustus 2017
Jatuh lagi
"Yang namanya jatuh cinta, pasti tidak melulu tentang bahagia. Namanya juga jatuh, jatuh itu sakit. Yang terpenting adalah di saat jatuh, kau tak jatuh sendiri. Ada yang membangunkanmu. Atau barangkali, jatuh bersamaan denganmu, agar tak terasa sakitnya, agar tak sendiri juga jika harus merasakan sakitnya. Intinya, jangan sendiri. Kalau tau sendiri, hindarilah untuk jatuh; kalau kau sadar kau tau, kan.
Persoalannya, nyatanya kau sudah tau kau sendiri, dan nyatanya lagi, kau membiarkan dirimu terus berjalan untuk hal yang sudah kau ketahui bahwa kau akan; jatuh berkali-kali."
Persoalannya, nyatanya kau sudah tau kau sendiri, dan nyatanya lagi, kau membiarkan dirimu terus berjalan untuk hal yang sudah kau ketahui bahwa kau akan; jatuh berkali-kali."
Jumat, 04 Agustus 2017
Tak usah seperti orang-orang
Tidak banyak hal spesial yang ada di dirimu. Kalau aku harus menjelaskan kenapa aku jatuh hati padamu, itu terlalu biasa. Kamu tak perlu tau itu, dan tak penting untuk kau ketahui.
Aku juga beranggapan, tak perlu alasan untuk aku jelaskan kenapa aku masih menginginkanmu. Tidak seperti orang-orang yang terlalu banyak berbicara, hanya untuk memamerkan caranya berjuang mendapatkan cinta. Iya, itu orang-orang. Bagiku, terlalu banyak berbicara itu hanya sebuah laporan yang akan menjadi sia-sia dan tak ada faedah-nya dengan keadaan kita ini di kemudian hari. Itu hanya sebuah alat untuk meyakinkan setiap orang bagaimana caranya untuk bisa percaya dengan cara mencinta yang dipilihnya. Aku rasa, aku punya alatku sendiri untuk bisa kau percaya kenapa aku jatuh hati lagi padamu. Aku rasa, kau pun tau itu.
Kamis, 03 Agustus 2017
Pertanyaan
Kamu adalah seseorang yang mampu membuatku betah berlama-lama untuk menyimpan luka. Aku tak tau mengapa aku begitu menikmatinya, selama itu tentang kamu, maksudnya. Tidak mudah bagiku untuk melupakan seseorang yang sangat melekat di pikiranku. Rasanya, kau itu sesuatu yang sudah terlanjur menempel di bagian organ tubuhku, sehingga ketika kau pergi, akan terasa sakit dan susah pulih. Rasanya, kau itu seperti hal yang wajib ada di setiap hari-hariku. Maka ketika tidak terjadi, aku merasakan kosong yang hampa sekali.
Selasa, 01 Agustus 2017
Diam-diam
Sebelum kamu memikirkan kapan aku bisa berhenti, aku sudah jauh-jauh hari mencatat rencana tentang pikiranmu itu. Sebelum akhirnya kamu berpikir bahwa hal ini adalah salah, tenang saja, aku sudah tau bagian mana salahnya dan solusinya. Aku yang memulai permainan ini, maka, aku yang akan menyelesaikan permainannya. Dengan menang, atau tidak. Dengan terwujud keinginanku, atau tidak. Semua yang aku lakukan ini adalah mungkin hanya kekacauanku untuk bisa sesaat memenuhi egoku sendiri. Dan akhirnya aku tau, ini memang gila jika aku mempertahankannya. Mempertahankan sebuah kisah yang mungkin masih akan terus semu sampai kapanpun. Mempertahankan egoku untuk tetap menempatkan kamu di hatiku.
Minggu, 30 Juli 2017
Teman baik
Bagian menyedihkan ketika mencintai tanpa dicintai, di saat dirinya tau tentang perasaanmu adalah ketika kau harus berpura-pura menjadi pribadi lain hanya untuk tetap disenangi. Kau harus membuat dirinya akan terus senang pada dirimu. Yaitu kau harus menempatkan posisimu pada hal yang membuat ia tak merasa bersalah, tak merasa telah menyakitimu, tak merasa apa yang ia lakukan selalu membuatmu terpikirkan tentang betapa inginnya kau tuk miliki dirinya. Kau hanya perlu membuat dirinya nyaman dengan caramu memperlakukannya. Kau hanya perlu meyakinkan dirinya bahwa kau baik-baik saja dengan resiko yang sedang kau alami, meskipun nyatanya tidak. Semua semata-mata jika kau inginkan dirinya untuk tetap berada di sampingmu.
Minggu, 23 Juli 2017
Khayalan
Munafik jika berbicara aku harus diam saja dan membiarkan semuanya seperti ini terus menerus. Membiarkan perbincangan, hubungan, yang tak miliki kejelasan. Kau tau? aku sangat mengagumimu lebih dari sekedar yang kau anggap candaan, yang kau abaikan, yang kau iya-iya-kan saja. Aku memang tak menuntut dari awal. Karena aku tau keadaannya seperti apa. Lalu mungkin kau lanjut menentang; kalau tau keadaannya, kenapa masih mau mengejar? lalu mungkin aku kembali membahas; kau itu yang selalu meresponku, membuat aku semakin berharap. Dan kemudian; kau pun tau aku memang seperti ini, tolong, jangan buat apa yang aku lakukan kepadamu itu kau anggap perasaan. Kau bilang, akau kenal aku tak hanya sehari-dua hari? Sudah biasa jika diajak debat, aku selalu kalah. Dengan semua hal yang kurasa aku paling tau, tetap saja kamu selalu buat aku salah, lemah dan mengalah. Dan memang, apa yang kamu bilang itu benar. Tenang saja, aku mengakuinya.
Aku harus kacau, mungkin
Setiap hubungan yang baik selalu terdiri dari dua individu yang berbeda kriteria dalam memilih seseorang. Bukan hubungan saja, pdkt-an juga bisa. Rata-rata, kontras dengan sikapnya tersendiri. Bukan dalam hal karena tak serasi. Tapi untuk menjadi satu dari dua perbedaan yang bertujuan saling melengkapi. Sekarang, ibaratnya, jika kau dan dia sama-sama miliki sifat dan sikap yang sama, tak ada keseruan untuk mendaki lagi. Kau akan cukup dengan dirinya yang memuaskanmu, dan dia juga akan cukup dengan dirimu sebagaimana dirimu yang ia suka. Tak ada rintangan, tak ada level naik kelas, tak ada sesuatu yang buatmu greget.
Sabtu, 22 Juli 2017
Malaikat jahat
"Kau mau apa lagi? belum cukup dengan semua tanda yang telah diberikan? belum cukup dengan semua prasangka-prasangka negatifmu yang selalu benar? masih mau jadi pahlawan yang tak diundang? masih berusaha mewujudkan ekspektasi-ekspektasimu yang tak mungkin? berapa pertanyaan lagi agar kau bisa tersadarkan?
Penasaran
Beritahu dirimu sebanyak mungkin
karena jika dia tak benar-benar serius dekatimu,
semua akan terputus
Dan berakhir di kesimpulan;
Dia inginkan kamu hanya karena rasa penasaran
karena jika dia tak benar-benar serius dekatimu,
semua akan terputus
Dan berakhir di kesimpulan;
Dia inginkan kamu hanya karena rasa penasaran
Percayalah kawan
Untuk siapapun yang membaca:
Kalau kamu sayang seseorang, jangan terlalu mengejar. Dia tak akan biarkan kamu lelah berlari menghampirinya, dia takkan biarkan kamu berjuang sendiri untuk mendapatkan cintanya, dia takkan buatmu menunggu untuk tau tentang perasaan dia; kalau dia juga miliki rasa yang sama denganmu.
Kalau kamu sayang seseorang, jangan terlalu mengejar. Dia tak akan biarkan kamu lelah berlari menghampirinya, dia takkan biarkan kamu berjuang sendiri untuk mendapatkan cintanya, dia takkan buatmu menunggu untuk tau tentang perasaan dia; kalau dia juga miliki rasa yang sama denganmu.
Jumat, 21 Juli 2017
Selera kopi
Pagi ini, aku menulis tentang kamu ditemani kopi. Kopi ini tidak terlalu manis, tidak juga terlalu pahit. Aku membuatnya sesuai seleraku. Karena yang meminum pun hanya aku. Yang berpendapat pun juga hanya aku. Jadi, aku harus memantapkan rasanya agar tak mengecewakan diri sendiri. Iya, jangan sampai mengecewakan diri sendiri; kan, yang meminum pun hanya aku. Terlalu pahit atau terlalu manis, aku selalu tau takarannya. Karena aku punya selera, yang mungkin orang lain pun belum tentu miliki selera yang sama denganku. Yang mungkin orang lain menganggap seleraku itu salah.
Hanya opini
Kali ini aku mau ber-opini tentang kamu. Aku mau bercerita sedikit hal kecil tentang kamu; menurut aku...
Selasa, 18 Juli 2017
Negatif
Kali ini aku benci setiap rindu itu datang. Aku tak tau bagaimana caranya mengatakan tanpa harus buat kau tak nyaman dengan keadaan. Aku tak tau bagaimana bersikap seolah biasa-biasa setelah apa yang ku katakan buatmu terkejut dan tak menyangka. Mungkin sekarang aku harus benar-benar sendiri untuk bisa menghentikan rindu ini. Untuk menghentikan segala harapan-harapan yang muncul ketika aku berpikir tentangmu. Iya, berpikir tentangmu untuk menyelesaikan rindu ini hingga habis, lalu kemungkinan akan muncul kembali.
Senin, 17 Juli 2017
Rasa takut
Ternyata dugaan ini salah. Dugaan tentang rasa percaya diriku untuk siap dengan semua resiko itu; salah total. Ternyata aku masih belum bisa kendalikan diri ini setegas mungkin. Perihal antara dua pilihan; memendam atau kehilangan? Bagaimana bisa aku dengan mudahnya menyimpulkan dua hal yang belum tentu terbukti kebenarannya. Yaitu jika aku memendam, maka aku akan terus merasakan hal yang buatku muak dengar mereka yang terlalu usik dekat denganmu; aku memang egois dalam hal ini. Aku terlalu cemburu dalam hal ini. Padahal aku bukan siapa-siapa. Atau kemungkinan kedua adalah aku harus kehilangan, jika aku berani katakan rasa ini yang buatmu tak ingin ada keberadaannya; kehilangan respect darimu, misalkan.
Minggu, 16 Juli 2017
Perihal perasaan
Kamu ga pernah bisa serius kalo aku bicara soal ini ke kamu secara langsung. Kamu ga pernah bisa sedikitpun berpikir tentang apa yang selama ini aku bercandain ke kamu itu sebenernya dari hati. Emang sih, ga ada yang bisa baca hati orang. Ga ada yang tau caranya nebak-nebak pikiran orang. Siapa suruh bercanda? orang tau nya kan cuma candaan, yang tau itu serius atau ga ya cuma yang mulai bercanda. Iya, tau kok. Maaf.
Bagian dari proses
Terimakasih untuk mengajarkan bagaimana rasanya menyerah perlahan. Dengan menceritakan berulang-ulang tentang bahagiamu dengan dirinya. Memberi setiap kode-kode sikapmu yang secara tak langsung memaksaku untuk sudahi ini semua. Untuk tak lagi mengejar yang tak mungkin. Untuk bisa merasakan terbiasa tanpa berkomunikasi denganmu. Percayalah, semua ini masih bagian dari proses, agar aku benar-benar siap untuk menerima saat-saat tak ada laginya namamu di telfon genggamku, tak ada lagi notifikasi pesan masuk darimu, tak ada lagi hal yang muncul di otakku; tentang kamu.
Sabtu, 15 Juli 2017
Topeng
Aku pernah disukai tanpa ingin menyukai. Aku pernah berpura-pura tak mau tau tentang itu dan seolah sengaja menyakiti. Seolah tak punya hati dan tak tau diri, tentang semua keuntungan yang aku dapat selama ini. Tentang hal yang membuatku tersadar bahwa dicintai adalah; pelajaran bagaimana menghargai perasaan orang lain.
Jumat, 14 Juli 2017
Dan
Dan aku harus terbiasa dengan caramu memanggil hati ini, jatuh kembali
Caramu yang membuat daftar rutinitasku bertambah,
memberi pesan singkat untukmu, lagi dan lagi
Memberikan warna di setiap hariku
sampai aku benar-benar jatuh hati
Dan akhirnya aku tersadari
bahwa semua itu hanya ilusi; dekati kamu,
sekali lagi...
Caramu yang membuat daftar rutinitasku bertambah,
memberi pesan singkat untukmu, lagi dan lagi
Memberikan warna di setiap hariku
sampai aku benar-benar jatuh hati
Dan akhirnya aku tersadari
bahwa semua itu hanya ilusi; dekati kamu,
sekali lagi...
Kamis, 13 Juli 2017
Aku minta maaf
Aku minta maaf jika masih belum bisa terbiasa tanpa kamu. Belum bisa terbiasa untuk membiarkan rutinitas-rutinitasku terhadapmu terhenti, yaitu hal-hal yang selama ini buatku jadi candu dan obat wajib. Hal-hal yang mungkin buatmu terganggu dan tak ingin terus melulu seperti itu.
Rabu, 12 Juli 2017
YES, DIA NGANGGEP GUE!!!
Ribet suka sama orang yang banyak penggemarnya. Dulu waktu aku deket sama kamu, kamu sering cerita tentang orang yang deketin kamu, tentang orang yang juga lagi deket sama kamu di saat kamu (secara ga sadar) lagi deket juga sama aku, atau jangan-jangan cuma aku aja mungkin yang ngerasa deket sama kamu(?) kamu ngga -_-
Senin, 10 Juli 2017
Aku? totalitas
Aku udah cape. Aku udah males sama yang namanya deket sama orang, terus gagal, terus sakit hati. Cape tau kenal sama orang mulai dari nol, terus deket, terus patah hati, terus kenal sama orang lain lagi, terus deket, terus gitu lagi. Makanya, aku itu orangnya ya pilih-pilih. Aku ga mau sekedar main-main deket sama orang, aku selalu mastiin orang itu juga buat suka sama aku atau ngga. Jadi, ketika aku pilih kamu sebagai orang yang aku yakinin buat diperjuangin, you're the best I've ever chosen. Dan pastinya, kamu cuma satu-satunya.
Bisa, kan?
Kamu orang yang sangat-sangat berbaur. Kamu begitu mudah membuat orang lain nyaman dengan sikapmu. Kamu punya cara tersendiri untuk orang lain tertarik sama kamu, meskipun nyatanya, kamu ga berniat seperti itu.
Minggu, 09 Juli 2017
Masih mau bilang?
Aku mau cerita tentang kamu di sini. Tentang gimana caranya aku bisa jatuh untuk yang ke dua kali. Tentang semua yang aku rasain lewat cara kamu ngetik di chat, yang bisa bikin aku matiin semua notif dari chat orang, dan kalo tiap ada notif yang bunyi di hape aku, itu pasti dari kamu.
Sekali Lagi
Beribu detik tlah ku lalui
bersama kenangan, aku lewati
berusaha melupa
merobek yang sudah hancur
yang tak tahu di mana kepingannya
Langganan:
Postingan (Atom)