Jumat, 11 Agustus 2017

Jika memang...

Tentang apa-apa yang sudah aku lakukan untukmu, biarlah itu menjadi bukti bahwa ada seseorang yang pernah dengan kerasnya memaksa diri untuk mendapatkanmu. Aku sadar, apa yang aku lakukan itu adalah sebuah kekonyolan yang mungkin hanya membuatmu tertawa. Yang mungkin hanya sebagian hal kecil dari sesuatu yang mestinya tak kau pikirkan. Iya, aku tau, kau tidak begitu memikirkannya, apalagi mempedulikannya.

Aku cukup hafal caramu bersikap kepadaku. Layaknya memang kau tak pernah buatku sakit, namun jika aku boleh jujur, aku butuh kamu untuk benar-benar menjawab apa yang sudah aku lakukan untukmu. Setidaknya, jika jawabanmu tidak pernah bisa berpihak kepadaku, mungkin dengan sadar diri, aku akan lebih mudah untuk lupakanmu. Aku akan lebih mandiri untuk bisa belajar terbiasa tanpa kamu. Meski nyatanya mungkin ada rasa sedikit benci untukmu, tapi aku rasa, hal itu menjadi sebuah kewajaran yang selalu ada pada setiap orang yang sakit hati. Kewajaran untuk yang terbaik dalam cerita ini; untuk bisa lupakanmu, maksudnya.

Aku tidak akan bilang kau yang membuatku sakit hati. Aku juga tidak akan bilang kalau apa yang kau perbuat hanya membuatku membenci caramu menghargai. Ingat saja, aku yang meminta ini! Meskipun aku harus merasa sakit hati. Karena setiap orang, khususnya aku, perlu suatu tekanan untuk bisa melakukan hal yang ingin dilakukan kalau jika itu yang terbaik. Iya, jika itu yang terbaik. Maksudku, mungkin kau bisa buatku tertekan atau semacamnya agar benar-benar yakin kalau lupakanmu adalah bagian terbaik dari kisah ini. Aku tidak bermaksud kasar kepadamu, aku benar menyayangimu. Benar-benar ingin memilikimu. Tapi mestinya kau tau, aku hanya butuh diyakinkan olehmu jika kau benar-benar tidak menginginkanku untuk lanjutkan lari ini. Aku butuh kau bicara langsung kepadaku tentang aku yang harus lupakanmu. Aku butuh sesuatu yang jelas tentang apa yang kita jalankan saat ini. Jika memang aku tak pernah ada di hatimu, katakan saja tanpa pernah berpikir takut untuk menyakitiku. Jika memang kau tak izinkan aku untuk berusaha lagi mengejarmu, katakan saja tanpa mengulur-ulur waktu dengan caramu menyikapiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar