Aku juga beranggapan, tak perlu alasan untuk aku jelaskan kenapa aku masih menginginkanmu. Tidak seperti orang-orang yang terlalu banyak berbicara, hanya untuk memamerkan caranya berjuang mendapatkan cinta. Iya, itu orang-orang. Bagiku, terlalu banyak berbicara itu hanya sebuah laporan yang akan menjadi sia-sia dan tak ada faedah-nya dengan keadaan kita ini di kemudian hari. Itu hanya sebuah alat untuk meyakinkan setiap orang bagaimana caranya untuk bisa percaya dengan cara mencinta yang dipilihnya. Aku rasa, aku punya alatku sendiri untuk bisa kau percaya kenapa aku jatuh hati lagi padamu. Aku rasa, kau pun tau itu.
Secara tidak langsung aku lebih memilih untuk diam dan tak terlalu ingin menunjukkan rasaku. Aku tidak mau bawel hanya untuk mendapatkan respon darimu. Aku membiarkan itu mengalir begitu saja. Membiarkan kamu mandiri untuk mengerti perasaanku yang sebenarnya. Dan tak perlu lagi ku-ulang-ulang katakan hal yang sama padamu. Aku berusaha membuat kamu biasa-biasa saja dan tidak terbebani oleh rasaku ini. Tidak usah seperti orang lain yang terlalu membawanya ke dalam perbincangan yang terlalu serius, dan berujung kehilangan. Kalaupun mau, aku akan menunggumu untuk lebih dulu siap membahas persoalan ini dengan keadaan yang lebih dianggap dari sebelumnya. Aku menunggumu untuk berani merasakan perdebatan lagi antara opiniku dengan opinimu perihal keadaan kita ini. Intinya, aku menunggumu melakukan hal itu lebih dulu, agar aku tak punya resiko kesalahan sendiri jika aku harus kehilanganmu lagi.
Aku sudah tau, kamu akan biasa-biasa saja dan tidak menganggap lebay semua ini. Kamu tidak akan menghilang begitu saja seperti apa yang aku pikirkan selama ini. Kamu tidak mudah untuk terbawa seperti orang-orang yang aku bilang tadi. Iya, kamu tidak akan seperti itu, kalau sikapku terhadapmu juga biasa-biasa saja dan tak berlebihan. Kalau sikapku terhadapmu juga tidak melewati batas sikap pertemanan yang semestinya. Aku sudah usahakan itu semua. Aku sudah lakukan itu semua. Meskipun dalam hati kecil ini ingin melanggar batas-batas yang seharusnya kupatuhi keberadaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar