Bisakah kita
berbincang sejenak? Bukan dalam permasalahan yang sedang terjadi; tentang
hatimu yang tidak bisa saya miliki, atau perihal rencanamu untuk berhasil
membuat kita saling berjauhan. Melainkan, renungan tentang apa yang kita jalani
selama ini. Tentang persahabatan yang menjatuhkan saya dalam rasa nyaman yang
tidak kamu inginkan. Lagi-lagi, saya bosan membahas saya yang jatuh cinta
sendirian. Kamu pasti mengerti maksud saya apa.
Coba pikirkan;
saya juga sedang memikirkan. Jatuh cinta adalah bukan keinginan saya. Bukan
pula kesengajaan yang saya pilih. Terlebih lagi, kamu yang selama ini menemani
suka dan duka saya dalam menceritakan hari-hari. Menjadi tempat curahan di mana
saya harus mencari solusi. Mengapa saya harus memberi hati di saat tahu kamu
telah mengikat hati. Saya juga tidak tahu. Bahkan, saya juga tidak ingin.
Sama halnya,
tidak ingin menyetujui caramu menjauh perlahan di saat banyak cara lain untuk
membuat saya merasa baik-baik kala bertepuk sebelah tangan. Ada emosi yang
salah saya sampaikan. Ada perasaan yang saya sayangkan. Ada persahabatan yang
haruskah kita korbankan? Lagi-lagi, kita terjebak dalam permainan yang sudah
kita ketahui; perpisahan menjadi jawaban terbodoh yang kita pilih. Tidakkah
kamu pikirkan? Bahkan yang juga tidak saya pikirkan, saya benci perkara
perasaan menjadi alasan kita berjauhan. Tatkala perpisahan memanglah jalan
terbaik, agar rasa saya kepadamu hilang dalam hitungan jarak, saya rela; asal
bukan pertengkaran yang mengakhiri akhir kata kita saling mengucap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar