Dalam untaian kata, kau tak sanggup lagi ku pertahankan. Bicaraku tidak mampu lagi membuatmu luluh. Kau mengabai segala usahaku untuk tetap mempertahankan kita. Apa yang terjadi pada dirimu saat ini, mungkin karena sebuah ketidaksempurnaanku dalam menjagamu. Kau melelahkan dirimu tuk bersanding denganku. Kau benar-benar membiarkan kita saling memendam benci dalam kepergian.
Dan ternyata, sebuah kabar yang tak pernah ku duga, kau menumbuhkan rasa untuknya. Seseorang yang tak pernah ku sangka akan membuatmu jatuh cinta melebihi dekat yang terjadi pada kita. Mengapa tidak padaku hatimu meluluh? Setelah sekian banyak jatuh yang membuatku berdiri kembali tuk mendapatkanmu, nyatanya aku tak pernah membuatmu nyaman seperti apa yang selama ini kita pertahankan dalam keseharian. Melakukan segala apapun yang ku pikir kau miliki rasa yang sama untukku. Ternyata, hanya aku seorang yang benar-benar jatuh cinta...
Aku mengalah, mungkin dia yang bisa membuatmu mencinta sedalam-dalamnya. Mungkin dia yang mampu membuatmu bahagia melebihi apa yang telah aku lakukan. Pergilah sejauh mungkin! Rasa sakit ini akan ku kubur sendiri. Kau tak perlu takut pembicaraan yang kan mengganggu pikiranmu. Kau tak perlu takut aku kan memendam benci untukmu. Karena aku pun tahu, kau takkan mempedulikan semua itu. Aku mengikhlaskan apa yang telah kau putuskan, jika semua itu bisa membuatmu bahagia melebihi denganku, maka; jatuhkan hatimu sekeras mungkin untuk mencintai dirinya.
Lisanku selalu mengucap namamu dalam setiap sigapku menengadah, menyampaikan sebuah doa untukmu. Kelak, bahagiamu; adalah bahagiaku juga. Selamat tinggal, cinta yang tak sampai...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar