Kamis, 28 Desember 2017

Senja

Sore ini, cakrawala lebih banyak memancarkan kebahagiaan. Lewat jingga yang ia bagikan kepada mata siapapun yang memujanya, aku hanyut dalam lamunan tentangmu yang telah usai tertelan kala.

Dulu, kau pernah bilang, kau sangat menyukai keadaan langit di mana matahari sedang terbenam. Tak satu pun warna yang kau lewatkan dalam kamera ponselmu saat kepadaku kau memamerkan. Ah, begitu senangnya dirimu saat senja datang memukau mata, namun aku tetap pada pendirian ini merasa segalanya tidak harus seberlebihan itu. Aku melewatkan apa yang membuatmu bahagia, tenggelam dalam kesibukan yang melukai hatimu diam-diam.

Dulu, kau pernah bilang, kau sangat ingin bermain di bawah rintik hujan bersama lenganku yang merangkulmu erat. Membuang segala penat hidup tanpa menghiraukan banyak pasang mata yang melihat. Ah, lagi-lagi, aku melewatkan keinginanmu untuk mewujudkan itu. Kupikir, kau terlalu kekanak-kanakan dan tak punya cara lain untuk terlihat elegan.

Dulu, kau pernah bilang, kau sangat suka musim ini, musim hujan. Musim yang membagikan banyak keindahan alam di setiap terhentinya rinai itu menghempas bumi. Ah, kau terlalu manis, aku terlalu borjuis. Lagi-lagi, banyak kesibukan yang berujung kau menyerah bersanding dengan keegoisanku ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar