Kau membiasakan aku untuk jauh darimu. Kau perlahan-lahan mengajarkan aku untuk caranya melepas tanpa langsung menyakiti. Aku hargai usahamu untuk membantuku tak lanjutkan kesalahan ini. Meski awalnya membuat aku sesak dan ingin menangisi. Namun, apa yang kau lakukan adalah benar. Aku harus bangun dari mimpi ini. Aku harus sadar kalau kau tak mungkin kumiliki. Aku harus berhenti dari usaha-usaha yang seharusnya tak kulakukan lagi.
Senin, 18 September 2017
Sabtu, 16 September 2017
Entahlah...
Entah, aku tidak pernah berencana sedalam ini mencintaimu. Menghalalkan segala cara untuk tetap dekat denganmu, mencari alasan untuk terus berbicara denganmu. Bahkan, ketika pukulan itu selalu datang menyerangku, pernyataan kalau kau tak pernah menyimpan aku di hatimu, aku memilih menetap dan berdiam diri seolah merasa keadaannya masih baik-baik saja. Seolah aku tidak sesakit yang semestinya terlihat. Padahal, hatiku melebihi hancur daripada sekedar debu yang tak kasat mata. Dada ini penuh sesak saat kau berkata 'tidak' di setiap pertanyaanku kepadamu.
Jumat, 15 September 2017
Sejak saat itu
Sejak saat itu, aku tidak bisa lagi terlalu dekat denganmu. Aku tidak bisa lagi bersikap biasa-biasa saja seperti sebelumnya. Aku menjadi begitu sensitif dan memperlakukanmu layaknya seseorang yang istimewa. Kau tidak bisa lagi merasakan rasa pertemanan yang biasa kita lakukan. Kau mungkin kecewa dengan diriku yang terkadang terlalu mudah terbawa suasana. Aku tidak bisa lagi kau ajak bercanda, tidak mampu lagi membuat bahan ejekan untuk bisa kita tertawakan. Aku seperti bukan diriku saat rasa itu muncul dan ada. Rasa itu menghancurkan keadaan yang sebelumnya aman-aman saja. Rasa itu membuat aku tidak bisa lagi menjadi diriku yang biasa. Rasa itu membuat aku bisa merasakan cemburu yang tidak seharusnya ada.
Langganan:
Postingan (Atom)