Jumat, 06 Oktober 2017

Oktober, hujan

Setiap pagi, aku selalu merindukan sapaan hangat darimu. Melebihi hangatnya matahari yang tak pernah absen menyinari.
Kau mungkin matahariku yang sedang berhenti melakukan tugasnya, yang sedang berjauhan dengan buminya. Aku, buminya.
Dan barangkali, seperti yang sedang terjadi, dingin lebih mendominasi hari-hariku. Hujan mulai melakukan tugasnya di setiap pagiku. Dingin...rasanya.
Dan aku belum siap dengan transisinya. Aku belum siap kehilangan matahariku; kamu. Meski terkadang kau hanya sembunyi di balik awan, lalu memunculkan dirimu di waktu yang jarang, tetap saja, kau tidak lagi sehangat beberapa waktu yang lalu. Kau tidak lagi matahari yang ku kenal. Kau dingin, dan tubuhku belum bisa menerima musim yang baru. Hatiku belum siap dengan sikapmu yang kaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar