Saya tahu, kamu tidak pernah jatuh cinta dengan saya. Saya bahkan tahu, saya hanya bahan di waktu kosongnya kamu saat dia tidak ada. Saya sadar penuh apa yang saya lakukan adalah kemauan, dan apa yang kamu respon adalah sebuah ketidaksengajaan. Sehingga kita terpadu dalam satu ruang yang dinamakan pelarian. Kamu namakan pelarian itu sebagai pertemanan, sedangkan saya terlanjur menganggap pelarian itu sebuah celah harapan. Bagaimana tidak? kamu memenuhi hari saya tanpa ingin tahu kalau saya mungkin bisa saja jatuh cinta. Kamu membiarkan saya terus berbicara denganmu tanpa peduli kalau saya benar-benar menjadi jatuh cinta. Kamu tahu? kalau saya telah salah, kemudian kamu biarkan saja tanpa memberi hukuman untuk saya agar menjauh segera. Jadi, kesalahan penuh ada pada siapa?
PXYZ
Menulislah jika bicaramu selalu dipatahkan
Kamis, 01 Februari 2018
Kamis, 11 Januari 2018
Seandainya
Rindu hadir dalam kehampaan, menyadur bersama kemasan do'a. Berharap kelak kecewamu kian usai, kembali memundurkan langkah dari pergimu yang mengejutkan.
Rasanya, aku termabuk sekejap saat kau masih ada, lalu ketiadaanmu kini menyadarkan jatuh cintaku yang kemarin hanya mengundang lara.
Rasanya, aku termabuk sekejap saat kau masih ada, lalu ketiadaanmu kini menyadarkan jatuh cintaku yang kemarin hanya mengundang lara.
Selasa, 09 Januari 2018
Lantas...
Kau tahu apa yang paling aku sukai darimu? Kau membuat aku menghargai kenangan; menyimpanmu diam-diam dalam sebuah tulisan, mengeja kembali momentum kita di masa silam. Mengingat-ingat apa yang membuat kita sejauh ini, semakin menekan pikiranku bahwa kau masih kusesalkan; atau bahkan masih kuinginkan(?)
Perasaanku terlalu dalam hingga tak sanggup kulepaskan. Bahkan dalam kejauhan yang kini melanda kau dan aku, doaku tentang kita selalu nyata di sepertiga malam; semoga tetap baik-baik dan tak ada dendam yang mendekam.
Kamis, 28 Desember 2017
Senja
Sore ini, cakrawala lebih banyak memancarkan kebahagiaan. Lewat jingga yang ia bagikan kepada mata siapapun yang memujanya, aku hanyut dalam lamunan tentangmu yang telah usai tertelan kala.
Dulu, kau pernah bilang, kau sangat menyukai keadaan langit di mana matahari sedang terbenam. Tak satu pun warna yang kau lewatkan dalam kamera ponselmu saat kepadaku kau memamerkan. Ah, begitu senangnya dirimu saat senja datang memukau mata, namun aku tetap pada pendirian ini merasa segalanya tidak harus seberlebihan itu. Aku melewatkan apa yang membuatmu bahagia, tenggelam dalam kesibukan yang melukai hatimu diam-diam.
Dulu, kau pernah bilang, kau sangat menyukai keadaan langit di mana matahari sedang terbenam. Tak satu pun warna yang kau lewatkan dalam kamera ponselmu saat kepadaku kau memamerkan. Ah, begitu senangnya dirimu saat senja datang memukau mata, namun aku tetap pada pendirian ini merasa segalanya tidak harus seberlebihan itu. Aku melewatkan apa yang membuatmu bahagia, tenggelam dalam kesibukan yang melukai hatimu diam-diam.
Langganan:
Postingan (Atom)