Kau membiasakan aku untuk jauh darimu. Kau perlahan-lahan mengajarkan aku untuk caranya melepas tanpa langsung menyakiti. Aku hargai usahamu untuk membantuku tak lanjutkan kesalahan ini. Meski awalnya membuat aku sesak dan ingin menangisi. Namun, apa yang kau lakukan adalah benar. Aku harus bangun dari mimpi ini. Aku harus sadar kalau kau tak mungkin kumiliki. Aku harus berhenti dari usaha-usaha yang seharusnya tak kulakukan lagi.
Sekarang, kau tau segalanya. Bahkan kau mengerti semua yang ku maksud. Kau selalu tau perasaanku yang selalu kuterang-terangkan. Dan ketika tujuanku sudah tersampaikan padamu, lalu tak bisa terbalas sesuai harapanku, untuk apa aku terus berusaha menuju hatimu? Aku tidak mengerti, kemarin-kemarin, dan sampai saat ini, setan apa yang membuat aku terus lanjutkan kesalahan ini?
Dan akhirnya, aku harus ikuti caramu. Kau memang benar, aku telah salah memaksakan tindakan. Aku terlalu berharap pada hal yang kuketahui tidak pernah 'akan'. Kau benar, aku harusnya bisa melupakan. Dan menganggap yang dahulu hanya sebagai angan. Kau memang-memang benar, harusnya aku mengerti kau juga punya sebuah harapan; lebih baik kita berteman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar