Kamis, 03 Agustus 2017

Pertanyaan

Kamu adalah seseorang yang mampu membuatku betah berlama-lama untuk menyimpan luka. Aku tak tau mengapa aku begitu menikmatinya, selama itu tentang kamu, maksudnya. Tidak mudah bagiku untuk melupakan seseorang yang sangat melekat di pikiranku. Rasanya, kau itu sesuatu yang sudah terlanjur menempel di bagian organ tubuhku, sehingga ketika kau pergi, akan terasa sakit dan susah pulih. Rasanya, kau itu seperti hal yang wajib ada di setiap hari-hariku. Maka ketika tidak terjadi, aku merasakan kosong yang hampa sekali.

Aku pernah berpikir bagaimana jika aku lelah dengan semua ini. Apakah kau akan mencariku atau membiarkanku pergi? seharusnya pertanyaan itu memang tak seharusnya aku pikirkan. Kamu akan bisa saja mencariku, karena aku memang temanmu. Atau mungkin membiarkan aku pergi dengan tangan kosong, dengan rasa penyesalanku akan kesia-siaan ini. Semua itu hakmu. Dan bukan sesuatu yang seharusnya aku takuti. Mungkin aku takut, jika kau memang tak mencariku. Karena dengan semua yang telah kita lalui, aku rasa ada hal yang mesti dipertanyakan jika kau tak mencari. Ada hal yang menggantung jika kau membiarkan aku pergi begitu saja. Hal itu adalah tentang bagaimana perlakuanmu terhadapku. Perlakuan yang membuatku merasa sangat dihargai dan dianggap ada. Aku tidak tau itu nyata atau memang sikapmu yang sudah seperti itu? aku rasa, sewajar-wajarnya seseorang menghargai perasaan orang lain, tidak lama kemudian pasti akan menjauh, terlebih lagi aku tau bahwa aku menyatakan pada seseorang yang sudah termiliki hatinya oleh yang lain; ya...kamu. Atau memang belum waktunya saja untuk kau jauhiku? aku tidak tau.

Andai aku bisa leluasa untuk bertanya apapun terhadapmu tanpa takut kau merasa risih, untuk mempertanyakan tentang apa yang ada di depan nanti, dan jawaban-jawaban yang aku butuhkan di kemudian hari. Maka mungkin aku ingin mempertanyakan; jika aku terus memilih mempertahankan rasa ini di saat kau memang tidak bisa membalasnya, kau akan membiarkan aku tetap tinggal atau menyuruhku benar-benar pergi? dan...apa alasannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar