Selasa, 21 November 2017

Tak sampai

Dalam untaian kata, kau tak sanggup lagi ku pertahankan. Bicaraku tidak mampu lagi membuatmu luluh. Kau mengabai segala usahaku untuk tetap mempertahankan kita. Apa yang terjadi pada dirimu saat ini, mungkin karena sebuah ketidaksempurnaanku dalam menjagamu. Kau melelahkan dirimu tuk bersanding denganku. Kau benar-benar membiarkan kita saling memendam benci dalam kepergian.

Dan ternyata, sebuah kabar yang tak pernah ku duga, kau menumbuhkan rasa untuknya. Seseorang yang tak pernah ku sangka akan membuatmu jatuh cinta melebihi dekat yang terjadi pada kita. Mengapa tidak padaku hatimu meluluh? Setelah sekian banyak jatuh yang membuatku berdiri kembali tuk mendapatkanmu, nyatanya aku tak pernah membuatmu nyaman seperti apa yang selama ini kita pertahankan dalam keseharian. Melakukan segala apapun yang ku pikir kau miliki rasa yang sama untukku. Ternyata, hanya aku seorang yang benar-benar jatuh cinta...

Kamis, 02 November 2017

Detik

Waktu akan terus berputar. Mengikuti waktunya adalah keharusan, bukan sebuah pilihan. Hidup ini terlalu sia-sia jika hanya terkurung dalam satu kesedihan. Tentangnya, kau begitu mendamba setengah jiwa. Mematikan kakimu melumpuh di pertengahan jalan. Hanya karena menunggu kepergian dirinya untuk berbalik arah. Kau bodoh, sayang; dia takkan menyesal dengan keputusannya.

Kau lihat jam di dinding itu, detiknya terus memutar ke arah kanan. Angka yang dilewatinya semakin menambahkan usiamu. Namun, tersadarpun tidak meski tua sedang berusaha menghantuimu. Kita bisa lihat itu dalam perihal cinta, sekali lagi; betapa dirimu mati tak berlogika. Jasadmu hangat namun tak berotak. Kau buang ke mana kado Tuhan itu? Karena dirinya, kau rela tersesat dalam lorong yang sudah jelas kau ketahui gelapnya. Berusaha mematikan detik dalam jam hanya karena terlanjur nikmat rasakan lukanya. Kepergiannya menjadikan dirimu candu untuk terus berdiam diri menunggunya. Baginya, kau terlalu berlebihan. Bagimu, kau sudah dalam kegilaan. Berapa lama lagi kau tertinggal oleh detik jam itu? Oh Tuhan, hambamu yang ini benar-benar gila dalam kesedihan.