Jumat, 14 Juli 2017

"bohong!"

"gue nyaman sama dia cuma karena ade-kakak aja, ga lebih dari itu..."



Sempat patah sejenak saat kalimat itu terlontar dari mulut temanmu. Membuat otakku berputar kilas balik tentang apa yang tlah kulakukan selama ini. Tentang sikapmu yang selalu lebih dari sekedar ucapanmu di atas, sempat aku berkata "bohong!".

Emosiku melunjak saat tersadar bahwa semua yang lewat ini hanya sekilas senja di sore hari, bagimu. Atau memang aku saja yang terlalu percaya diri tentang kedekatan kita? atau memang aku saja yang terlalu berharap ekspektasiku terwujud? miliki kamu seutuhnya.

Katakan jika itu bohong! Kalau sebenarnya itu hanya pancingan darimu untuk diriku yang tak pernah berani nyatakan rasa ini.
Katakan jika itu bohong! Kalau sebenarnya itu hanya menenangkan dirimu untuk melindungi hatimu dari keraguanku selama ini.
Katakan jika itu bohong! Kalau sebenarnya kamu pernah berharap lebih dari sekedar itu, dan berhenti ketika ku tak bisa yakinkan kamu untuk tetap berlanjut.

Aku memang orang yang payah. Aku memang orang yang tidak sekuat baja dan seberani yang kamu pikirkan. Aku terlalu berpikir "nanti bakal gimana?" bukan "gimana nanti aja" hanya karena takut kehilanganmu saat kamu tak miliki rasa yang sama denganku. Sehingga aku selalu menunda-nunda semua itu.

Sudah tau, kamu itu orang yang tertutup. Tapi aku masih saja terus mencari informasi-informasi tentang ceritamu yang ber-tema kan tentang 'aku'. Sudah tau, kamu itu tidak terlalu antusias bercerita soal asmara. Tapi aku masih saja menunggu cerita tentang perasaan kamu yang sebenarnya lewat temanmu. Sekarang, ketika semua sudah terlanjur jadi bubur, ternyata aku lah yang benar-benar jatuh. Dan ternyata pula, kamu sudah tidak ada di tempatku jatuh. Lalu, siapa yang membangunkanku?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar