Sejak saat itu, aku tidak bisa lagi terlalu dekat denganmu. Aku tidak bisa lagi bersikap biasa-biasa saja seperti sebelumnya. Aku menjadi begitu sensitif dan memperlakukanmu layaknya seseorang yang istimewa. Kau tidak bisa lagi merasakan rasa pertemanan yang biasa kita lakukan. Kau mungkin kecewa dengan diriku yang terkadang terlalu mudah terbawa suasana. Aku tidak bisa lagi kau ajak bercanda, tidak mampu lagi membuat bahan ejekan untuk bisa kita tertawakan. Aku seperti bukan diriku saat rasa itu muncul dan ada. Rasa itu menghancurkan keadaan yang sebelumnya aman-aman saja. Rasa itu membuat aku tidak bisa lagi menjadi diriku yang biasa. Rasa itu membuat aku bisa merasakan cemburu yang tidak seharusnya ada.
Aku takut, kau kecewa dengan perlakuanku yang terkadang menjauh. Kau merasa aku berubah dan tak ingin dekat lagi denganmu. Asal kau tau, aku hanya sedang mencoba membuang jauh-jauh tentang apa yang sedang aku rasa. Aku hanya ingin membuat keadaan selanjutnya menjadi biasa-biasa saja. Aku tak mau kau terbebani dengan keadaan yang sebenarnya sudah membebaniku. Aku memang terkadang pergi...namun tidak akan lama.
Tidak ada yang bisa tau kapan kecelakaan akan terjadi. Aku kira, aku bisa berteman baik denganmu, namun nyatanya rasa itu masih ada dan terbuka kembali. Kau mungkin akan kehilangan sosok diriku sebagai temanmu, kau mungkin akan sulit untuk berbicara lagi denganku, karena kau takut rasa itu semakin menggunung saat kita terlalu mendekat. Aku minta maaf, untuk apapun yang membuatmu tidak nyaman. Aku minta maaf, aku tak bisa menjaga pertemanan ini dengan sebaik-baiknya. Aku minta maaf, aku jatuh cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar