Sabtu, 22 Juli 2017

Penasaran

Beritahu dirimu sebanyak mungkin
karena jika dia tak benar-benar serius dekatimu,
semua akan terputus

Dan berakhir di kesimpulan;
Dia inginkan kamu hanya karena rasa penasaran



Kau tau kenapa aku tulis itu di atas? aku juga tidak tau. Tapi menurutku itu bagus untuk jadi pembuka tulisan ini. Aku berpikir kalimat itu tidak terlalu lama. Hanya 5 detik saja tiba-tiba langsung muncul di otakku. Kemudian langsung aku tuliskan dalam sebuah kertas, dan berlanjut pada media seperti ini.

Berbicara seputar kalimat di atas, kau mungkin tidak asing dengan kalimatnya. Aku pernah berkata; kau ini selalu bisa buatku penasaran, bagaimana aku tak makin suka denganmu. Kali ini, aku berbicara seperti itu bukan berarti ingin menunjukkan bahwa aku berada pada posisi jahat pada kalimat di atas. Bahwa aku hanya penasaran denganmu, lalu, selesai begitu saja. Tidak. Justru, sebaliknya. Aku malah penasaran dengan diriku sendiri. Maksudku... Sebenarnya kau ini makhluk apa? caramu bersikap selalu bisa menghipnotis aku. Selalu membuat aku terlalu menempatkanmu pada posisi prioritas, dan mengabaikan segala hal yang seharusnya lebih penting dari sekedar bercakap denganmu. Lebay... 

Jika aku bisa untuk rajin, mungkin aku telah meneliti setiap percakapan kita; kamu adalah orang yang selalu bisa aku tebak. Kamu itu level satu yang dengan mudahnya aku lewati segala rintangan tanpa senjata. Kamu itu seperti musuh pertama super mario yang tidak apa-apanya. Berapa game lagi yang kau mau untuk mengibaratkan kamu itu orang yang mudah aku tebak? masih percaya aku tidak serius?

Aku tidak tau apakah pemilihan kalimatku yang salah, telah berkata "kau buatku penasaran" padahal sebenarnya aku ikhlas dekatimu, atau memang kau benar-benar hanya buatku penasaran? Jika hanya karena rasa penasaran, mungkin aku sudah mundur jauh-jauh hari sebelum akhirnya aku dekatimu lagi. Coba pikirkan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar