Aku tau aku tak punya hak atas dirimu. Sekalipun hal yang aku perbuat adalah baik untukmu, kau itu memang bukan siapa-siapa yang harus aku perlakukan layaknya seperti mengikat satu sama lain. Layaknya seperti suatu hubungan yang memang diwajibkan untuk saling menjaga. Aku tau semua itu hanya membuang banyak keringat dari sebagian usahaku untuk membuatmu baik-baik saja. Nyatanya kau tak pernah peduli dengan hal-hal kecil yang selalu aku selipkan di setiap perhatianku kepadamu. Kau tak pernah mau tau tentang bagaimana aku mengkhawatirkanmu.
Aku tau kau hanya berpura-pura untuk tak peka akan hal itu. Kau selalu menyembunyikan hal yang bahkan aku sudah tau. Kau selalu membuatku tak pernah boleh untuk memerhatikanmu, menanyakanmu, membahas persoalan-persoalan kecil tentang bagaimana kabarmu, atau berperilaku layaknya aku sangat peduli denganmu. Kau tak pernah izinkan aku untuk lakukan semua itu.
Aku tak pernah marah jika kau tak terima akan apa yang aku perbuat untukmu. Aku tak pernah marah dengan caramu meresponku yang membuat aku merasa terabaikan. Aku tak pernah marah tentang kamu yang selalu tidak pernah peduli denganku. Aku hanya marah dengan diriku sendiri. Aku marah dengan caraku bersikap kepadamu. Kalau kau saja tak peduli dengan dirimu sendiri, kenapa aku harus sibuk menanyakan keadaanmu? kalau kau saja sudah bilang tidak apa-apa, kenapa aku masih saja khawatir tentang dirimu? Maka dari itu, aku marah pada diriku sendiri. Aku tak pernah ingin tau di mana posisiku saat ini. Aku tak pernah tau diri siapa aku untukmu kali ini. Aku benar-benar tak pernah menyadari; aku ini siapa yang berani mengatur-atur hidupmu sampai detik ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar