Sekarang, jika aku harus bertanya kembali tentang hal yang sudah aku tau, bodoh memang. Lalu aku harus bertanya pada siapa? orang-orang yang jelas membenci caramu? orang-orang yang kemudian berkata; kau itu tau dia takkan merespon perasaanmu, berhenti saja, cari yang baru! Sudah aku duga. Tenang, aku memang sok tau dan aku bangga dengan ke-sok-tauanku ini. Rata-rata selalu benar, kok.
Aku terlalu menikmati caramu menyikapiku, hingga aku lupa bahwa yang aku gali tak berujung emas. Hingga aku tak tau caranya untuk naik ke atas, kembali menutup lubang yang aku gali, yang sebenarnya hanya buatku rugi. Aku terlalu membanggakan canduku saat berbincang denganmu, terlalu berkhayal bahwa setiap yang aku lakukan untukmu akan buatmu berubah pikiran di kemudian hari. Kau akan meresponku, kau akan menyenangkanku, kau akan buat hal yang hanya ada di alam khayalanku. Kau akan...masih banyak lagi jika aku tuliskan bagaimana caraku berkhayal tentangmu. Seperti pernyataan dan dialog-dialog di atas tentang ke-sok-tauanku terhadapmu; semua itu hanya khayalanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar