Kamis, 05 Oktober 2017

Ketika hujan turun

Mungkin, musim yang baru harus membawaku pada perasaan yang baru. Sebuah perubahan yang mengajarkanku untuk lebih tegar, untuk lebih mendengar, memilah mana yang benar dan meninggalkan semua yang samar. Termasuk dirimu.

Mungkin, kau juga akan seperti perubahan musim itu. "Pelan-pelan, kamu pasti bisa...", ku bayangkan bisik itu dari batinmu, yang sulit kau sampaikan kepadaku. Terngiang di setiap diamku saat rinai hujan turun. Rintiknya mengingatkan aku untuk kembali mengenang kita. Sesuatu yang menjadi sebab bukan hanya awan yang bisa membasahi buminya, melainkan mata pun mampu meneteskan airnya ke tanah, saat kau memilih berubah dan memastikan segalanya harus kembali pada hal yang benar. Kau mengajarkan aku untuk menerima perubahannya.

"Pelan-pelan, kamu pasti bisa..." kembali terngiang di telinga ini. Kau benar-benar mengucapkannya lewat sikap tidak peduli. Kau benar-benar menyampaikannya tanpa ragu-ragu lagi. Memojokkanku bahwa jangan lagi kita saling berdekatan. Kembalilah pada hal yang benar. Jangan yang samar; "aku samar", katamu. Dan aku harus sadar, kau tak harus lagi ku kejar. Atau setidaknya, kembalilah ke hal yang benar, bahwa kedekatan ini tidak seharusnya berlama-lama. Kedekatan ini bukanlah hal yang benar.

"pelan-pelan, kamu pasti bisa..."
"menerima kenyataan kau miliknya, kan?" aku melanjutkan batinmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar