Kamis, 11 Januari 2018

Seandainya

Rindu hadir dalam kehampaan, menyadur bersama kemasan do'a. Berharap kelak kecewamu kian usai, kembali memundurkan langkah dari pergimu yang mengejutkan.

Rasanya, aku termabuk sekejap saat kau masih ada, lalu ketiadaanmu kini menyadarkan jatuh cintaku yang kemarin hanya mengundang lara.

Pergi dan menghilang begitu saja, kau buat hatiku memercikan darah. Kau buat hariku penuh tangis yang mengiris. Ragaku layaknya jasad yang tak bernyawa, termenung bersama hujan yang membasahi pipi karena rindu yang tak juga reda.

Beberapa kata telah tersampai meski topengku terlalu erat merekat wajah, memalingkan perasaan agar kita bisa tertawa tanpa terbata-bata. Sebab ku tahu luka yang kemarin tentu masih basah.

Seandainya kau tak berpura-pura tak tahu, seandainya rindu tak lagi bertamu, seandainya aku mampu menahan ingin tuk menyapamu. Seandainya... kita tak lagi asing seperti sediakala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar