Rindu hadir dalam kehampaan, menyadur bersama kemasan do'a. Berharap kelak kecewamu kian usai, kembali memundurkan langkah dari pergimu yang mengejutkan.
Rasanya, aku termabuk sekejap saat kau masih ada, lalu ketiadaanmu kini menyadarkan jatuh cintaku yang kemarin hanya mengundang lara.
Pergi dan menghilang begitu saja, kau buat hatiku
memercikan darah. Kau buat hariku penuh tangis yang mengiris. Ragaku
layaknya jasad yang tak bernyawa, termenung bersama hujan yang membasahi
pipi karena rindu yang tak juga reda.
Beberapa kata
telah tersampai meski topengku terlalu erat merekat wajah, memalingkan
perasaan agar kita bisa tertawa tanpa terbata-bata. Sebab ku tahu luka
yang kemarin tentu masih basah.
Seandainya kau tak
berpura-pura tak tahu, seandainya rindu tak lagi bertamu, seandainya aku
mampu menahan ingin tuk menyapamu. Seandainya... kita tak lagi asing
seperti sediakala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar