Sabtu, 16 September 2017

Entahlah...

Entah, aku tidak pernah berencana sedalam ini mencintaimu. Menghalalkan segala cara untuk tetap dekat denganmu, mencari alasan untuk terus berbicara denganmu. Bahkan, ketika pukulan itu selalu datang menyerangku, pernyataan kalau kau tak pernah menyimpan aku di hatimu, aku memilih menetap dan berdiam diri seolah merasa keadaannya masih baik-baik saja. Seolah aku tidak sesakit yang semestinya terlihat. Padahal, hatiku melebihi hancur daripada sekedar debu yang tak kasat mata. Dada ini penuh sesak saat kau berkata 'tidak' di setiap pertanyaanku kepadamu.

Kau begitu dekat denganku, kau memberi segalanya yang ku butuh, kau membuat benih rasa yang saat ini terlanjur tumbuh, lalu aku harus menerima bahwa kedekatan ini sebatas aku saja yang jatuh? Perasaan yang hanya aku saja yang rela menunggu? Sungguh, ini sebuah kesalahan yang membuatku keliru untuk menilaimu. Yang membuatku terkadang membenci caramu menyapaku. Namun, kau pun tau, mungkin memang aku saja yang hatinya mudah tersentuh.

Aku seperti tidak begitu menerima tentang kenyataan yang kau beri. Aku seperti bermimpi dari tidurku yang begitu lelap dan tak ku ingini. Semua ini seperti tidak harus terjadi antara kau dan aku. Semua ini membuat aku takut miliki perasaan yang berlebih, membuat aku semakin berharap lagi, lagi dan lagi. Tapi, mengapa aku tetap berdiam diri dan tak berniat pergi? Membuat aku tak bisa membaca akhir dari kisah ini. Membuat aku memperumit hal yang bahkan tak pernah kau peduli. Entahlah, mengapa aku bisa secinta ini?

1 komentar: